Takut Dikritik

Saudaraku, mari kita bicara tentang sebuah rasa takut yang seringkali menjadi penghalang terbesar bagi potensi kita: ketakutan akan dikritik.

Banyak orang yang membiarkan rasa takut ini mematikan inisiatif mereka. Mereka cenderung mengikuti falsafah pasif dari Jan Spoelman: “Kalau ragu-ragu, lebih baik tidak usah dilakukan saja.” Mereka memilih untuk diam, tidak bertindak, dan tidak berani menonjol, hanya demi menghindari caci maki dan penilaian negatif. Alhasil, mereka tidak pernah mencapai apa pun yang luar biasa.

Padahal, jika kita berpedoman pada sejarah, kita akan menemukan kebenaran yang mengejutkan: orang-orang terkenal yang berhasil adalah mereka yang paling banyak dikritik tetapi tegar.

Kisah George Whitefield: Ujian di Tengah Badai

Ambil contoh seorang pendeta berkebangsaan Inggris, George Whitefield. Ia adalah salah satu tokoh yang paling banyak dikritik pada zamannya. Bayangkan ini: Musuh-musuhnya mengancam akan membunuhnya, bahkan menyewa pembunuh bayaran. Mereka mengusirnya dari gereja, memaksanya berkhotbah di jalanan dan di pertambangan. Mereka menyewa orang-orang berpakaian setan untuk menghinanya. Ia dilempari kotoran, telur, tomat, bangkai kucing, dan kepalanya terus dilempari batu sampai berdarah.

Tokoh-tokoh besar semasa Whitefield, mulai dari Dr. Samuel Johnson hingga Duchess of Buckingham, secara terbuka melecehkannya. Kritik itu tidak datang dari sembarang orang; ia datang dari kaum terpelajar, bangsawan, dan musuh-musuh agama.

Namun, segala kritik dan kendala ini tidak membuatnya putus asa untuk meneruskan misinya. Ia tahu apa yang dilakukannya itu positif. Hasilnya? Ribuan orang berdatangan dari luar London, dari pelosok Wales dan Skotlandia, hanya untuk mendengarkan khotbahnya. Ia berhasil mengumpulkan dana yang sangat besar untuk disumbangkan ke panti-panti asuhan.

Sebelum mencapai semua itu, Whitefield mungkin saja pergi tidur senantiasa dibayangi setidaknya 10 jenis kegagalan. Ditambah lagi, ia menghadapi kritik demi kritik setiap harinya. Tapi, ia pantang menyerah.

Jadilah Tegar dan Bertindak Benar.

Saudaraku, pelajaran dari Whitefield sangatlah jelas: Jika Anda takut akan kritik, yakinlah bahwa apa yang Anda lakukan adalah benar dan jangan pernah mempedulikan penilaian orang lain terhadap diri Anda. Dalam hidup ini, kita memang acap kali menerima kata-kata yang nadanya negatif. Mengapa? Karena, seperti kata Lloyd Cory: “Mengkritik 100 kali jauh lebih mudah daripada memuji.” Kritik itu murah, mudah diucapkan, dan seringkali didasarkan pada rasa iri atau ketidaknyamanan orang lain melihat Anda melangkah maju.

Jangan biarkan suara-suara negatif menjadi rem yang menghentikan kendaraan ambisi Anda. Kritik adalah bukti bahwa Anda sedang bergerak, sedang membuat dampak. Jika tidak ada yang mengkritik Anda, itu berarti Anda belum melakukan sesuatu yang cukup penting atau menonjol.

Kalau kita berpedoman pada sejarah, ternyata orang-orang terkenal yang berhasil adalah mereka yang paling banyak dikritik tetapi tetap tegar. Jadikan kritik sebagai penguat, bukan perusak. Abaikan kebencian, fokus pada misi Anda, dan teruslah maju. Misi Anda lebih penting daripada opini mereka.


Discover more from Lalu Muhamad Jaelani

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

كُلُّ نَفْسٍۢ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Every soul will taste death, then to Us you will ˹all˺ be returned.
(QS. Al-Ankabut: 57)

Discover more from Lalu Muhamad Jaelani

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading