Tidak Mendapatkan Kesempatan Lagi

Saudaraku, mari kita hadapi ketakutan terdalam yang menghantui setiap orang yang baru saja tersandung: yang paling ditakuti orang yang mengalami kegagalan adalah kalau-kalau mereka tidak akan mendapatkan kesempatan lagi. Ketakutan ini, sungguh, adalah ilusi.

Seandainya saja mereka tahu berapa banyak orang sukses yang dalam perjalanan kariernya pernah gagal total, tentunya mereka tidak akan sepesimis itu. Jangan biarkan satu kegagalan menutup semua kemungkinan masa depan Anda.

Kegagalan Adalah Awal yang Lebih Baik

Dengarkanlah nasihat dari seorang jenius yang sangat memahami siklus jatuh dan bangkit, Henry Ford, yang berkata: “Kegagalan sesungguhnya adalah kesempatan untuk memulainya lagi dengan cara yang lebih baik.” Ford tidak hanya bicara teori, ia membuktikan. Ia tentunya mengerti apa itu kegagalan, karena dia pernah mengalaminya. Bayangkan, dua kali ia gagal dan bangkrut total waktu pertama kali menjalankan industri mobilnya. Namun, pada kali ketiga, perusahaannya, Ford Motor Company, memperoleh kesuksesan luar biasa yang hingga saat ini masih dianggap sebagai salah satu perusahaan mobil terbesar di dunia.Jika Ford menyerah setelah kebangkrutan pertamanya, atau yang kedua, kita tidak akan pernah mengenal era mobil yang terjangkau.

Pantang Menyerah Menjamin Kesempatan Ketiga

Kisah lain tentang “kegagalan” yang berubah menjadi legenda adalah tentang seorang anak muda yang bercita-cita untuk bisa masuk Akademi Militer West Point. Dua kali ia mendaftar dan gagal. Baru pada kali ketiga ia berhasil masuk. Anak muda tersebut adalah Douglas MacArthur, yang kemudian hari menjadi salah seorang jenderal dengan peringkat tertinggi di Amerika Serikat dan juga komandan kepala pasukan sekutu di Barat Daya Pasifik pada PD II.

MacArthur, seperti halnya Henry Ford, yang gagal sampai dua kali pada permulaan perjalanan kariernya, dikenal sebagai orang yang pantang menyerah. Kegagalan pertamanya hanyalah penundaan menuju takdir besarnya.

Menerima Kegagalan Sebagai Keniscayaan

Ini adalah fakta yang harus kita terima: Tak seorang pun dalam hidupnya tidak pernah mengalami kegagalan. Mungkin kedengarannya mustahil, tetapi ini benar-benar nyata. Sekali lagi: TIDAK seorang pun di dunia ini yang tidak pernah mengalami kegagalan.

Dengan menganggap hal tersebut adalah sesuatu yang wajar, maka kita akan lebih mudah menerima kegagalan. Jika Anda sudah tahu hal itu, Anda akan menyadari bahwa menghindari kegagalan adalah pekerjaan sia-sia.

Dengan demikian, Anda tidak perlu bersusah payah menghabiskan waktu dan energi hanya untuk mencoba menghindari kegagalan, tetapi sebaliknya cobalah untuk mengantisipasinya dengan rasa optimis. Fokuslah pada apa yang akan Anda lakukan setelah kegagalan itu datang, bukan pada upaya mustahil untuk mencegahnya.

Sangat disayangkan bahwa, dunia ini sebenarnya dipenuhi oleh orang-orang hebat yang potensial tapi terlalu mudah menyerah. Banyak hal positif dari orang-orang yang sebenarnya baik budi pekertinya, pandai, dan bekerja keras, tidak bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya justru karena mereka belum apa-apa sudah takut akan kegagalan. Setiap mereka menghadapi rintangan, mereka menyerah. Mereka lebih percaya pada kata-kata orang negatif yang cenderung pesimis.

Saudaraku, banyak orang yang keburu sudah mati sebelum mencoba menggali seluruh potensi yang ada pada diri mereka. Jangan biarkan diri Anda menjadi salah satunya. Berhenti takut kehilangan kesempatan. Ambil kegagalan itu, pelajari, dan gunakan sebagai bahan bakar untuk kesempatan Anda berikutnya yang pasti akan datang.


Discover more from Lalu Muhamad Jaelani

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

كُلُّ نَفْسٍۢ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Every soul will taste death, then to Us you will ˹all˺ be returned.
(QS. Al-Ankabut: 57)

Discover more from Lalu Muhamad Jaelani

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading