
Ketika gempa beruntun mengguncang Lombok pada Juli 2018, Institut Teknologi Sepuluh Nopember memilih turun tangan. Bukan hanya sebagai kampus, tapi sebagai manusia. Peran ITS dalam menyikapi bencana alam adalah melakukan kajian akademik secara menyeluruh: menelusuri penyebab, memetakan lingkup kejadian, dan menganalisis dampak terhadap manusia serta lingkungan. Hasil kajian itu tidak berhenti di atas kertas. Ia menjadi pijakan untuk merumuskan tindakan strategis—mulai dari mitigasi, tanggap darurat, hingga pemulihan dan rekonstruksi pascabencana. Buku Catatan Relawan ITS: Sebuah Misi Kemanusiaan Untuk Lombok karya tim ITS Online merangkum perjalanan itu. Buku ini mendokumentasikan aktivitas ITS bersama para mitra selama misi tanggap darurat Gempa Lombok 2018. Dari ruang laboratorium ke tenda pengungsian, dari data satelit ke bangunan hunian sementara, inilah kisah tentang ilmu yang diterjemahkan menjadi aksi. Sebuah catatan tentang bagaimana dosen, mahasiswa, dan alumni ITS mengubah teori menjadi empati. Karena bencana menguji kemanusiaan, dan ilmu pengetahuan harus menjadi jawabannya.
Dapatkan bukunya melalui https://geo.its.ac.id/book/978-602-50221-5-9/
Leave a Reply