Jejak Pengabdian: Sejarah, Transformasi, dan Inovasi KKN di ITS Surabaya
Sebagai kampus perjuangan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya selalu menempatkan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu pilar utama Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dimulai dari penguatan institusi dengan membawa motto baru Advancing Humanity, wajah baru kampus teknologi yang lebih humanis, pro terhadap kemanusian. Ada dua kanal program-program kemanusiaan yang dijalankan di kampus ini, program pengabdian kepada masyarakat (abmas) yang dilakukan oleh bapak/ibu dosen dan program yang sama yang direncanakan dan dilaksanakan oleh adik-adik mahasiswa. Salah satu bentuk program yang melibatkan mahasiswa adalah program Kuliah Kerja Nyata (KKN). KKN di ITS memiliki rekam jejak yang panjang sebagai wadah pendidikan sekaligus “laboratorium kehidupan” bagi mahasiswa di tengah masyarakat. Namun, dalam perjalanannya, dinamika akademik sempat membuat pelaksanaan KKN di kampus ini terhenti cukup lama, yakni sejak tahun 1989. Saat itu, adanya program Kerja Praktek di Industri dianggap sudah cukup menjadi penghubung mahasiswa dengan dunia luar. Belakangan kami sadari, mahasiswa ITS yang memiliki jiwa sosial tinggi, terasa hilang.
Selama tiga dekade masa vakum tersebut, kegiatan pengabdian mahasiswa ITS tetap berjalan melalui berbagai jalur alternatif. Namun, kesadaran akan pentingnya menerjunkan mahasiswa secara langsung dan terstruktur ke desa tidak pernah pudar. KKN diyakini sebagai perpanjangan tangan institut yang sangat krusial untuk membantu memecahkan permasalahan nyata di lapangan sekaligs sebagai lahan belajar bermasyarakat bagi mahasiswa.
Kebangkitan Kembali dan Transformasi Akademik (2019–2020)
Dorongan kuat untuk mengembalikan laboratorium kehidupan ini akhirnya terwujud pada tahun 2019. KKN di ITS resmi dihidupkan kembali di bawah penyelenggaraan Bidang 1. Sebagai langkah awal, pelaksanaannya masih bersifat penjajakan dengan ruang lingkup tempat yang terbatas dan waktu pelaksanaan singkat selama satu minggu. Waktu itu, KKN versi awal ini, berupa kegiatan penerjunan mahasiswa di kampung-kampung dalam Kota Surabaya. dengan fokus pada empat tema:
- Pemanfaatan IT.
- Problem Solving Masyarakat (Sampah, Limbah dll)
- Pendidikan Formal (mengajar siswa di luar sekolah)
- Pelatihan Online Marketing untuk UKM
Masa transisi ini bergerak cepat, banyak pelajaran yang didapat. Memasuki tahun 2020, tanggung jawab pengelolaan KKN dialihkan sepenuhnya kepada Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), di bawah Subdit Pengabdian kepada Masyarakat yang saya pimpin. Pengalihan ini memiliki tujuan strategis, diantaranya untuk memudahkan integrasi antara aktivitas mahasiswa dengan program Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) yang dijalankan oleh para dosen, termasuk untuk akses penganggaran dan mitra riset. Pada tahun ini, KKN tercatat sebagai bagian dari Mata Kuliah Wawasan dan Aplikasi Teknologi (Wastek) berbobot 3 SKS, yang menuntut standar proses dan luaran (output) yang terukur.
Puncak transformasi akademik ini terjadi pada semester gasal 2020/2021, di mana KKN secara resmi ditetapkan menjadi mata kuliah mandiri dengan nama KKN Tematik (MK KKN Tematik). KKN bukan lagi sekadar kegiatan tempelan, melainkan pilar kurikulum yang berdiri sendiri sampai saat ini.
Filosofi Baru: Integrative, Thematic, and Solutive (ITS)
Sejalan dengan penetapannya sebagai mata kuliah mandiri, ITS merumuskan landasan gerak yang baru. Seluruh aktivitas KKN kini dirancang untuk mencerminkan akronim dari nama institut itu sendiri, yakni Integrative, Thematic, and Solutive (ITS).
Melalui filosofi ini, KKN ITS diharapkan mampu mengintegrasikan berbagai sumber daya (baik dari internal ITS maupun mitra), berfokus pada tema-tema spesifik yang disesuaikan dengan akar permasalahan di masyarakat, dan yang terpenting: memberikan solusi kontributif untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Empat Skema Pelaksanaan KKN ITS Modern
Untuk mewujudkan visi Integrative, Thematic, and Solutive tersebut serta mewadahi ragam minat dan potensi mahasiswa, pelaksanaan KKN di ITS dikelompokkan ke dalam empat skema utama:
-
KKN Pengabdian kepada Masyarakat (KKN ABMAS): Sebuah sinergi nyata antara dosen dan mahasiswa. Dalam skema ini, mahasiswa bergabung ke dalam tim pengabdi Dosen ITS yang sedang menjalankan program Abmas terdanai (baik dari dana internal ITS maupun dari Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN).
-
KKN Pemberdayaan Masyarakat (KKN PM): Skema yang mewadahi inisiatif mahasiswa. Dilaksanakan oleh tim mahasiswa multidisiplin yang membawa tema khusus dan rancangan program pengabdian yang mereka ajukan sendiri untuk memberdayakan masyarakat.
-
KKN Kolaborasi: Skema yang mendobrak batas wilayah dan institusi. Mahasiswa melaksanakan pengabdian bersama mitra atau perguruan tinggi lain, baik dari dalam maupun luar negeri. Bentuknya sangat beragam, mulai dari KKN Kolaborasi PTN Jatim, KKN Kebangsaan, KKN Tanggap Bencana, KKN Kampung Tangguh, KKN Recon Kemdikbud, hingga inisiatif kolaboratif lainnya guna menyelesaikan krisis atau permasalahan spesifik di masyarakat.
-
KKN Mandiri: Skema fleksibel yang memberikan ruang apresiasi bagi mahasiswa yang aktif beraktivitas sosial di berbagai tempat di luar ketiga skema di atas. ITS akan memberikan pengakuan akademik (rekognisi) dalam bentuk KKN Mandiri apabila aktivitas sosial tersebut memenuhi standar dan persyaratan yang telah ditetapkan.
Melalui perjalanan panjang—dari masa mati suri pada 1989, kebangkitan di 2019, hingga pematangan skema modern—KKN ITS kini telah menemukan bentuk terbaiknya. Dengan struktur yang terpadu dan pilihan skema yang adaptif, KKN ITS memastikan bahwa inovasi dan kepakaran yang lahir di kampus Sukolilo dapat benar-benar membumi dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Jejak perjuangan ini, masih bisa ditemukan:
- Data KKN https://data.its.ac.id/kkn
- Website KKN https://www.its.ac.id/kkn/id
- Video video KKN https://www.youtube.com/playlist?list=PLt0buJOhtkdpuzMZRnx43K46y9VdZamva
Terimakasih atas kontribusi semua pihak, mahasiswa-mahasiswa yang luar biasa, dan masyarakat yang menerima kami untuk belajar bersama. Semoga 5 tahun perjalanan ini bisa menjadi tonggak pengabdian yang lebih berdampak bagi masyarakat dan bermanfaat bagi mahasiswa.
Leave a Reply